a 7 - Sejarah di Balik Pergantian Nama

Sejarah di Balik Pergantian Nama

 Masjid Agung Demak pernah alami beberapa perubahan nama. Masjid yang dibangun semenjak era 14 itu pernah bertukar nama sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah.

Pengurus Takmir Masjid Agung Demak, Wagiyo menjelaskan, sebelum Masjid Agung Demak berdiri, Sultan Fatah membangun bertambah dulu ponpes Glagah Wangi.

“Untuk memperkenalkan akidah yang sebetulnya, buat warga Glagah Wangi atau Demak Bintoro. Dahulu sebab pahamnya masih hindu, budhha, animisme, kapitayan, serta keyakinan. Hingga, beliau (Raden Fatah) membangun pesantren dengan kemampuan lafadz laa ilaaha illallah muhammadurrasulullah serta rupanya pesantren itu dapat berdiri serta dapat digunakan oleh warga seputar,” jelas Wagiyo pada detikTravel di tempat Masjid Agung Demak beberapa lalu.

Simak juga: Mencari Sentral Pengerjaan Senjata Kerajaan Demak di Kudus”Pendirian ponpes itu, atas fundamen perintah guru besarnya, Sunan Ampel. Rupanya banyak warga yang ingin masuk Islam serta belajar ajaran agama Islam.

Dia menerangkan, sesudah masjid dibuat Walisongo, namanya Masjid Pondok Pesantren Glagah Wangi di tahun 1466 Masehi.

Perjalanannya, sambungnya, sampai Raden Fatah jadi Adipati Notoprojo 1475 Masehi. 2 tahun selanjutnya 1477 Masehi, masjid tidak dapat memuat orang yang akan melakukan salat berjamaah. Hingga Walisongo bergabung kembali lagi musyawarah dengan Raden Fatah untuk memugar masjid.

“(Masjid Agung Demak) pernah dipugar pada 1477 Masehi, namanya beralih, sesudah diresmikan jadi Masjid Kadipaten Glagah Wangi,” terangnya.

Lantas, Wagiyo melanjutkan, pada 1478 Masehi, Walisongo melantik Raden Fatah jadi seorang sultan atau raja islam pertama, di pulau Jawa.

“Setahun selanjutnya, beberapa orang yang masuk Islam hingga masjid ini tidak dapat untuk memuat. Hingga Walisongo musyawarah lagi dengan Sultan Fatah, selanjutnya masjid dipugar diperlebar, ditinggikan, serta diperindah. Hingga 1479 Masehi, Masjid diperbarui serta namanya beralih, jadi Masjid Kasultanan Demak Bintoro,” papar Wagiyo yang purnawirawan TNI itu.